IHSG merosot 49,36 poin atau
-0,94% menuju level 5,197.12, pelemahan ini lebih disebabkan oleh aksi profit
taking yang dilakukan oleh investor, karena menilai valuasi IHSG yang sudah
terlalu mahal. Di regional Asia,
pasar saham bergerak mixed ditengah liburnya pasar di Korea Selatan dan
Hongkong, dengan Nikkei +0,28%; ASX 200 +0,55%; dan Sensex -0,20%. Sementara
itu ketakutan investor jika Federal Reserve akan menaikkan tingkat suku bunga
acuan lebih cepat daripada yang diperkirakan, memberi sentimen negatif kepada
market regional Amerika, dengan Dow -0,57%; S&P -0,65%; dan Nasdaq -0,87%. Namun,
Chief Equity Strategist Wells Fargo, John Manley menyatakan bahwa kenaikan suku
yang terlalu cepat akan membawa Amerika dan Dunia kepada resesi yang lain. Di
Eropa adanya kekhawatiran bahwa ekonomi Eropa tidak akan mengalami perbaikan
yan signifikan dalam waktu dekat, mengakibatkan market regional Eropa melemah,
dengan CAC-0,50%; IBEX 35 -1,35%; dan FTSE -0,08%. Kami memperkirakan untuk
hari ini indeks akan kembali bergerak melemah karena masih minimnya katalis
positif dari dalam negeri dan juga sentimen negatif dari regional.
Support IHSG 5.170 - 5.100;
Resistance 5.250
Rekomendasi Teknikal:
Sell on strength: BBNI, SMGR
Buy on weakness: TAXI, SGRO
No comments:
Post a Comment