Pasca pengumuman BI rate pada Rapat
Dewan Gubernur Bank Indonesia
kemarin, IHSG kembali melemah 9,96 poin atau -0,19% menuju level 5,133.03. Di
regional Asia, investor akan berfokus pada rilis data inflasi Cina yang
diperkirakan akan melambat, hal ini memberikan ruang bagi Pemerintah Cina untuk
memberikan stimulus, menanggapi ini pasar di regional Asia bergerak mixed dengan
Nikkei +0,76%; ASX 200 -0,51%; dan Hang Seng -0,17%. Sementara itu rebound pada
harga minyak dunia menghapus kekhawatiran investor terhadap meningkatnya tensi
politik dan memberikan sentimen yang bervariasi terhadap market regional
Amerika dengan Dow -0,12%; S&P 500 +0,09%; dan Nasdaq +0,12%. Di Eropa
representasi dari 28 European Union (EU) setuju untuk memberikan sanksi
terhadap Russia, terkait krisis yang terjadi di Ukraina, sanksi berupa larangan
kepada perusahaan minyak nasional Rusia untuk mengumpulkan uang di pasar
finansial Eropa, sanksi ini memberikan sentimen negatif terhadap market
regional Eropa, dengan CAC-0,22%; IBEX 35 -0,47%; dan FTSE -0,45%. Untuk hari
ini kami memperkirakan bahwa IHSG akan kembali melemah terbatas, karena masih
kuatnya sentimen negatif dari regional dari US menanti keputusan Federal Open
Market Committee (FOMC).
Support IHSG 5.100 - 5.050;
Resistance 5.200
Rekomendasi Teknikal:
Sell on strength: INCO, INTP
Buy on weakness: LPKR, CTRP
No comments:
Post a Comment