IHSG ditutup melemah di akhir
pekan kemarin dengan -1,32% atau -68,82 poin di angka 5.132,56. Sektor yang
mengalami penurunan terdalam yaitu industri dasar yang turun -2,7%. Jumat
kemarin, asing mencatatkan net sell yang cukup tinggi sebesar Rp1,42
triliun. Kemudian seiring dengan penguatan dolar AS, rupiah kembali bertengger
di posisi Rp12.048. Dibayangi oleh perlambatan ekonomi di Cina, bursa Asia
ditutup mixed dengan Shanghai +0,11%; Hang Seng -0,38%; dan Nikkei -0,88%.
Kemudian dari AS, bursa ditutup rebound dengan Dow +0,99%; S&P
+0,86%; dan Nasdaq +1,02% setelah laporan keuangan beberapa emiten yang
melebihi ekspektasi dan data yang menunjukkan adanya pertumbuhan ekonomi yang
lebih cepat sejak 2011. Data GDP AS tumbuh 4,6% dari sebelumnya 4,2%, sesuai
dengan ekspektasi. Merespon data positif dari AS, bursa Eropa ditutup mixed dengan
CAC +0,91%; DAX -0,20%; dan FTSE +0,15%. Kami memperkirakan di awal pekan ini,
IHSG berpotensi bergerak menguat terbatas seiring dengan pergerakan bursa
global.
Support IHSG 5.100 ;
Resistance 5.185 - 5.195
Rekomendasi Teknikal:
Sell on strength: SMGR, BBRI
Buy on weakness: EXCL, BMTR
No comments:
Post a Comment