Setelah melewati perdagangan yang
cukup fluktuatif, IHSG ditutup melemah -0,09% atau -4,43 poin di angka
5.136,58. Sementara rupiah terus mengalami pelemahan selama empat hari
berturut-turut di level Rp12.188. Dari kawasan regional, bursa ditutup mixed
dengan Shanghai +0,26%; Hang Seng -1,28%; dan Nikkei -0,84%. Penurunan dari
saham-saham sektor energi dan penurunan yang tak terduga dari indeks
kepercayaan konsumen, membuat bursa AS diwarnai aksi jual dengan Dow -0,17%;
S&P -0,28%; dan Nasdaq -0,28%. Indeks kepercayaan konsumen AS turun tak
terduga di bulan September di angka 86,0 dari sebelumnya 93,4 angka tersebut
merupakan yang terendah dalam empat bulan karena pasar tenaga kerja yang
memburuk. Kemudian dari Eropa, bursa ditutup mixed dengan CAC +1,33%; DAX
+0,55%; dan FTSE -0,36% dipicu oleh spekulasi dari pelaku pasar bahwa ECB akan
meningkatkan stimulus setelah inflasi di kawasan Eropa menunjukkan pelemahan
bulan ini. Kemudian data menunjukkan, indeks harga konsumen di kawasan eropa
naik secara tahunan di angka 0,3% sesuai dengan ekspektasi dari para analis.
Kami memperkirakan bahwa hari ini IHSG akan bergerak mixed dengan
kecenderungan menguat terbatas, pergerakan IHSG hari ini akan dipengaruhi oleh
sentimen dalam negeri menyambut rilis data inflasi dan neraca perdagangan hari
ini.
Support IHSG 5.100 ;
Resistance 5.185 - 5.195
Rekomendasi Teknikal:
Sell on strength: GGRM, BBNI
Buy on weakness: SIMP, ANTM
No comments:
Post a Comment