IHSG menguat 35,36 poin atau +0,71%
menuju level 4.993,84, meskipun menguat namun IHSG tidak mampu ditutup diatas
level psikologis di level 5.000, asing masih tercatat melakukan net sell sebesar
Rp241,5 miliar. Di regional Asia,
pasar bergerak mixed dengan Hang Seng +1,17%; Nikkei -0,75%; dan ASX 200
+1,06%. Di regional AS, Chief Investment Officer Bedford Hills, Timothy
Ghriskey menyatakan bahwa ketakutan akan tingkat suku bunga global yang rendah
menciptakan resiko deflasi yang dapat mengancam pertumbuhan ekonomi, pernyataan
ini direspon negatif oleh pasar AS yang bergerak melemah cukup dalam dengan Dow
-1,97%; S&P 500 -2,07%; dan Nasdaq -2,02%. Di Eropa, pernyataan Mario
Draghi yang mengindikasikan bahwa pertumbuhan zona Eropa yang melambat, dan
menghimbau bagi para pembuat kebijakan untuk mengangkat inflasi dari level yang
sangat rendah, serta beberapa economic report yang menyatakan bahwa
ekonomi Jerman berada di ambang resesi, menciptakan sentimen negatif di pasar
regional Eropa dengan Stoxx 50 -0,36%; CAC 40 -0,64%; dan FTSE -0,78%. Di akhir
pekan, kami memperkirakan bahwa IHSG akan melemah, karena masih minimnya
katalis positif dari dalam negeri, kondisi politik di tanah air yang masih
belum stabil, serta pengaruh sentimen negatif dari regional.
Support IHSG 4.875 - 4.900,
4840; Resistance 5.048
Rekomendasi Teknikal:
Sell on strength: TOTL, PTPP
Buy on weakness: LPKR, PWON
No comments:
Post a Comment