IHSG melanjutkan penguatannya kemarin,
dengan ditutup menguat +0,82% atau +40,36 poin di angka 4.962,94. Sektor yang
menjadi penggerak bursa diantaranya industri dasar dan keuangan yang
masing-masing naik 1,87% dan 1,56%. Setelah melemah dalam beberapa hari, bursa
Asia ditutup menguat dengan Shanghai
+0,60%; Hang Seng +0,40%; dan Nikkei +0,92%. Data inflasi di Cina pada bulan
September menunjukkan angka terendah sejak Januari 2010 yaitu diangka 1,6%
dibawah ekspektasi pasar yang sebesar 1,7%; hal tersebut menimbulkan ekspektasi
dari pelaku pasar agar pemerintah mengambil langkah untuk meningkatkan
perekonomian mereka. Kemudian Producer Price Index (PPI) di Cina pada bulan
September turun 1,8% disumbang oleh penurunan harga minyak dan baja. Data
penjualan ritel AS yang turun melebihi ekspektasi membuat bursa AS semalam
ditutup melemah dengan Dow -1,06%; S&P -0,81%; dan Nasdaq -0,28%. Penjualan
ritel AS turun menjadi -0,3% di bulan September dari sebelumnya 0,6% dan
ekspektasi para ekonom berada di angka -0,1%; kemudian penyebaran virus Ebola
juga menimbulkan kekhawatiran para investor. Data ritel AS yang mengecewakan,
membuat bursa Eropa ditutup turun dengan CAC -3,63%; DAX -2,87%; dan FTSE
-2,83%. Kami memperkirakan hari ini
IHSG bergerak melemah karena data-data negatif dari global.
Support IHSG 4.875 - 4.900,
4840; Resistance 5.048
Rekomendasi Teknikal:
Sell on strength: LSIP, BBCA
Buy on weakness: ASII, BWPT
No comments:
Post a Comment